Posted by: Komunitas KabaenaMoronene | December 16, 2015

Kabaenapedia

Ensiklopedia Budaya Kabaena

 

 

Banteya.

Dangau atau pondok pengolahan gula merah.

 

Gola Ni’i.

Biasa disebut juga “Gula Kelapa”.

 

Kabaena Kampo Tangkeno.

Lagu daerah Kabaena paling populer yang menggambarkan alamnya yang indah dan masyarakatnya yang ramah. Diciptakan oleh Imaduddin (kalau tidak salah), pria Buton yang beristrikan wanita Kabaena.

 

Kandoli.

Mitos dan hal-hal berbau mistis sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Kabaena. Salah satunya kepercayaan terhadap kandoli atau hantu/ setan. Konon, pulau Kabaena dihuni oleh banyak hantu, terutama di hutan-hutannya, baik hantu baik, jahat maupun usil. Pendatang biasanya diusili oleh hantu-hantu ini, misalnya topi dan bajunya ditarik, atau dicolek oleh makhluk tak kasat mata, hiiiii….

 

Kompe.

Wadah dari anyaman daun pandan seukuran punggung orang dewasa, biasanya disertai tali pandan yang dikaitkan di kepala (seperti noken papua), kemudian dipikul di punggung, kebanyakan digunakan oleh ibu-ibu untuk mengangkut hasil kebun.

 

Lakambula.

Sungai terbesar yang membelah Kabaena. Sungai atau kali di Kabaena bukan hanya fenomena geografis, tapi merupakan ruang budaya dan sosial masyarakat. Selain sebagai lintasan penyeberangan dengan batu-batu loncatan yang berukuran besar, sungai juga digunakan sebagai tempat mandi, cuci dan bercengkerama bahkan bergosip. Beberapa orang Kabaena juga kadang mencoba menangkap udang di balik bongkahan batu-batu, meskipun hasilnya tidak seberapa.

 

Lumense.

Tarian tradisional dengan baju adat khas Kabaena. Biasa juga disebut “tari potong pisang”, karena menyertakan pohon pisang beneran di sela-sela tarian. Penari bertopi caping lebar dengan parang di tangan, konon diibaratkan pria, sedangkan penari bertopi gelang diibaratkan wanita. Tari ini biasa dipersembahkan sebagai tarian penyambutan tamu. Di klimaks narasi tari, sang ‘pria’ akan memotong batang pisang yang sudah dipersiapkan, lalu sang ‘wanita’ melenggokkan piring di tangannya, gembira. Diahiri dengan melulo, yakni gerakan tari dengan berjajar saling bergandeng/ mengaitkan tangan sambil menghentak-hentakkan kaki ke kiri dan ke kanan.

lumense2.jpg

 Foto: Arman Kabaena (Grup Kabaena-Moronene).

 

Sabampolulu.

Gunung tertinggi di Kabaena dan terkenal seantero Sulawesi Tenggara. Bersama puncak Sangia Wita, banyak mitos-mitos dan cerita mistis yang berkembang terkait gunung ini, sehingga menjadikannya obyek budaya turun-temurun.

sabampolulu.jpg

 Foto: Rendra Manaba (kompasiana.com)

 

Tabeya.

Sebagaimana lazimnya adat Timur, orang Kabaena juga sangat mengagungkan sopan santun. Tabeya adalah istilah untuk sikap permisi. Jika berjalan di hadapan orang-orang tua atau melewati barisan orang duduk dalam sebuah kenduri, biasanya sikap tabeya ditunjukkan dengan badan sedikit membungkuk dengan tangan kiri menangkup dada dan tangan kanan dijulurkan ke bawah dengan telapak tangan terbuka. Langkah pelan, lurus dan sedikit terseret.

 

Tinula.

Biasa disebut juga “Nasi Bambu”. Mirip Lemang di Minangkabau. Makanan tradisional khas Kabaena ini terbuat dari nasi ketan yang dimasukkan ke dalam sejenis bambu hutan, yang di dalamnya telah dilapisi daun pisang, kemudian dibakar/ dijerang di api tungku selama beberapa jam. Setelah matang, biasanya kulit luar bambu yang gosong segera dikuliti, sehingga yang tersisa hanya kulit dalam bambu sebagai pembungkus. Cara menyajikannya dengan menguliti kulit dalam, kemudian isinya yang terbungkus daun pisang (biasanya jadi berminyak dan layu oleh panas pembakaran), dikeluarkan dan disajikan di piring dengan lauk daging ayam atau ikan asin bakar dan sayur lodeh terong bulat. Tinula atau nasi bambu ini biasanya menguarkan wangi khas perpaduan aroma bambu dan daun pisang bakar yang menggoda selera. Nasinya juga kadang disisipi inti daging di dalamnya sebagai variasi, tapi kebanyakan polos hanya nasi saja, lalu disajikan dengan lauk daging (ayam) atau ikan dan sayur.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: